Pengguntingan Pita

Wakil Ketua PKK Sumbar, Ny. Ida Muslim Kasim menggunting pita tanda dimulainya lomba cipta menu beragam, bergizi, seimbang dan aman dalam rangka Hari Pangan Sedunia ke-31 Tingkat Provinsi Sumbar, di Padang, 31 Oktober2011.

Penyerahan Piala

Ny. Ida Muslim Kasim menyerahkan Piala Juara I Lomba Cipta Menu beragam. bergizi, seimbang dan aman kepada Ny. Linda Irzal Ilyas, Ketua PKK Kota Solok.

Buku Profil UP3HP 2011

Cover dan contoh tampilan isi buku Profil UP3HP 2011.

Festival Rendang 2011

Rendang sedang dimasak di atas tungku. Rendang ini dimasak dalam rangka Festival Rendang 2011 di Taman Budaya Padang, 24 November 2011.

Tim dari Kota Padang

Penampilan tim dari Kota Padang cukup menyedot perhatian pengunjung Festival Rendang 2011 di Taman Budaya Padang, 24 November 2011.

Mambutia Lado

Seorang ibu sedang mambutia lado/cabe, salah satu tahan rendang yang akan dimasak dalam rangka Festival Rendang 2011 di Taman Budaya Padang, 24 November 2011.

Festival Rendang 2011

Tim dari Kota Bukittinggi.

Belajar Membuat Kemasan

Pengusaha kecil dan menengah Kota Padang Panjang sedang belajar membuat kemasan untuk produknya pada pelatihan peningkatan kemasan produk Kota Padang Panjang 29 November-03 Desember 2011.

Ciri peradaban modern terlihat dari makin besarnya arus informasi, baik secara audio visual maupun melalui media cetak. Pertimbangan konseptual merupakan suatu keharusan dalam menginformasikan gagasan yang diolah menjadi suatu produk yang efektif dan menguntungkan.


Dharma Surya, pimpinan Vi Desain, tengah memberikan materi pelatihan peningkatan kemasan yang diadakan Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Padang Panjang, 29 November-3 Desember 2011.

Rabu, 30 November 2011

Ubi Ungu Hantarkan Nadya Saiyo Solok Raih Juara III UKM Award

Pergantian hari baru saja terjadi. Sebuah sms masuk ke tim videsain.com. Isinya sebuah kabar gembira.
Dalam smsnya itu, Barnel Kasyanti -pimpinan Nadya Saiyo Solok, memberitahukan bahwa olahan ubi ungu mengantarkan Nadya Saiyo meraih Juara III UMKM Award tingkat nasional.

Nadya Saiyo meraih prestasi tersebut untuk kategori pertanian tahun 2011. Hadiah diserahkan tadi malam (29 November 2011) di Merlyn Park Hotel, Jakarta Pusat.

Tuti juga menginformasikan bahwa juara II diraih oleh utusan dari Lampung utara. Mereka mengolah kopi bubuk. Sementara untuk juara I diperoleh oleh Pangkajene yang mengolah bandeng massipa.

Semoga prestasi ini semakin menambah deretan prestasi yang dicapai oleh Nadya Saiyo dan UP3HP Patamuan Kito dari Kabupaten Solok dan memotivasi UKM/UP3HP lainnya di daerah ini memperoleh prestasi yang sama. Selamat buk Tuti! (*)

Selasa, 29 November 2011

Gunaryo: UKM Tahan Terhadap Krisis Global

Usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) atau usaha kecil menengah (UKM) menjadi salah satu penggerak penting perekonomian nasional. Hal itu dinyatakan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Gunaryo dalam acara Bedah Warung, Senin (28 November 2011).

“UKM sebagai salah satu penggerak perekenomian nasional memiliki peran penting di Indonesia, selain dikenal sebagai sektor yang tahan terhadap krisis,” ungkap Gunaryo kepada wartawan dalam acara yang merupakan hasil kerjasama Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dengan Kementerian Perdagangan, di Jakarta.

Ditegaskan Gunaryo bahwa UKM menjadi sektor yang diyakini tahan terhadap krisis utang Eropa yang mulai melanda sebagian negara di belahan dunia. Namun di sisi lain, kata dia, UKM juga menghadapi permasalahan yang cukup mendasar. Di antaranya terkait kemampuan manajemen usaha, kualitas sumber daya manusia (SDM) yang memang terbatas. Juga keterbatasan skala dan teknik produksi dan teknologi yang masih rendah.

Selain itu, ditegaskan Gunaryo, keterbatasan akses kepada permodalan dan terutama adalah kurangnya akses perbankan juga menjadi permasalahan yang kini masih dihadapi UKM.

Karenanya, berbagai upaya program strategis dilakukan oleh pemerintah, BUMN, maupun para stakeholder dalam meminimalisir permasalahan tersebut, baik melalui program pelatihan, sosialisasi, pendampingan, fasilitas modal, bantuan promosi, baik itu melalui pameran sehingga kemitraan usaha secara terus menerus bisa dilakukan. (*/int)

(Sumber >>>http://www.tribunnews.com/2011/11/28/kemendag-ukm-adalah-sektor-yang-tahan-krisis-global)

IFC Salurkan Bantuan untuk UKM

Bank Dunia, melalui lembaga afiliasinya, International Finance Corporation (IFC), menyalurkan dana bantuan untuk usaha kecil dan menengah di Indonesia. Bantuan IFC itu bernilai US$ 270 juta. Bantuan sebanyak itu telah diserahkan dalam lima tahun terakhir.

Artinya sejak 2006 lalu, IFC telah menyalurkannya. Saat itu bantuan diserahkan melalui Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) sebesar US$ 70 juta. Dana tersebut digunakan untuk program penyediaan layanan keuangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Kami menyalurkannya melalui beberapa bank," kata Wakil Presiden IFC Asia Pasifik, Karin Finkelston kepada wartawan dalam acara Citi-FT Financial Education Summit 2011 di Jakarta, Senin, 28 November 2011.

IFC juga menggandeng Bank Internasional Indonesia (BII) untuk pengembangan UMKM. Tahun 2006 juga, dana yang disalurkan melalui BII sebesar US$ 125 juta. Tahun ini, IFC kembali menyalurkan dana US$ 75 juta untuk pendampingan produk jasa layanan kerja bagi pengusaha wanita.

"Fokus bantuan layanan jasa keuangan kami adalah untuk UMKM, petani, wanita dan tujuan efisiensi energi," kata dia.

Pada tahun fiskal Juli 2011 - Juni 2012, IFC menyiapkan dana US$ 500 juta untuk program bantuan. Sekitar 50 persen dana tersebut akan digunakan untuk bantuan di sektor jasa keuangan. (*/int)

(sumber: http://www.tempo.co/read/news/2011/11/28/087368846/IFC-Danai-UKM-US-270-Juta)

Sabtu, 26 November 2011

Ada UP3HP yang Tidak Mampu Memanfaatkan Bantuan

Umumnya kelompok UP3HP merindukan datangnya bantuan dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumbar. Mereka berusaha meyakinkan dinas untuk mau memberikan bantuan dengan berbagai cara. Proposal pun dibuat sedemikian rupa agar dinas bisa diyakinkan untuk menggelontorkan  bantuan.

Namun, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumbar harus menemukan kenyataan bahwa ada kelompok UP3HP yang tidak memanfaatkan bantuan yang diberikan kepada mereka. Kenyataan ini mereka temui ketika menurunkan tim monitoring, Jumat 25 November 2011. Pada hari itu, tim beranggotakan Ir. Iriana Dewi Yeni, Ramailis SP, MP, Ir. Gusairin Said dan Ir Kasma Iswari mengunjungi SKA, Elok Basamo, Jaso Bundo dan Saiyo SKM.

Dari kunjungan yang dilakukan tim monitoring didapatkan hasil pada umumnya peralatan masih baik dan dimanfaatkan oleh kelompok UP3HP. Hanya ada satu UP3HP yang tidak memanfaatkan peralatan bantuan dengan baik. Bahkan saat tim datang ke lokasi, mesin itu dibiarkan menganggur.


"Hal ini sangat kita sayangkan. Karena peralatan tersebut berharga puluhan juta rupiah," ujar Yen. Namun Iriana Dewi Yeni tidak mau mengungkapkan UP3HP yang menyia-nyiakan bantuan tersebut.

Menurut Yen, kelompok tersebut beralasan sejak mesin datang, karena mereka terdiri dari kaum ibu dari desa, jadi kurang paham cara pengoperasian mesin tersebut. Akibatnya mesin rusak dan dibiarkan tak terpakai.

Oleh karena itu, menurut Yen, orang-orang dari Baristan akan ke UP3HP dimaksud pada Rabu (30 November) nanti. Mereka akan memeriksa berusaha untuk bisa mengoperasikan mesin itu kembali. (*)

Tim Monitoring Evaluasi Bantuan Peralatan UP3HP

Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumbar menurunkan timnya ke kelompok-kelompok UP3HP. Tim monitoring ini bertugas untuk melihat alat-alat bantuan yang diberikan dinas pertanian baik provinsi maupun dari kabupaten/kota kepada berbagai kelompok UP3HP.

Tim tersebut beranggokan empat orang terdiri dari Ir. Iriana Dewi Yeni dan Ramailis SP, MP dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Sumbar, Ir. Gunairin Said dari Unand serta Ir. Kasma Iswari dari Balittan Sukarami.

Menurut Ir. Iriana Dewi Yeni, pada Jumat 25 November, mereka mengunjungi empat UP3HP di Pasaman Barat. Keempatnya adalah SKA, Elok Basamo, Jaso Bundo dan Saiyo SKM. Mereka didampingi Al Yusra, Kasi Alsintan dari Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan Pasaman Barat.

"Tim ingin melihat dari dekat sejauh mana penggunaan alat bantuan yang telah kita berikan sejak 2006. Apakah masih dimanfaatkan atau rusak. Kalau rusak maka akan kita datangkan teknisi," ujar Yen panggilan akrab Iriana Dewi Yeni. (*)

UP3HP SKA Dikunjungi Tim Monitoring Provinsi

Shalat Jumat (25 November 2011), belum lama usai. Nurenti Afni, pimpinan UP3HP SKA, dikejutkan oleh kedatangan serombongan tamu. Siapa gerangan yang berkunjung ke rumahnya di Lubuk Landur, Nagari Aur Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat.

Setelah diperhatikan benar, ada diantara tetamu tersebut wajah orang yang dikenalnya. Nurenti Afni bahagia bukan kepalang. Sebab yang datang salah satunya adalah Ir. Iriana Dewi Yeni, dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumbar.

Tamu yang ternyata tim monitoring tersebut datang dalam rangka menilai UP3HP yang telah diberi bantuan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Sumbar. Mereka menilai sejauh mana pemanfaatan peralatan yang telah diberikan pada SKA pada tahun 2010.

Nurenti tentu senang ketika tim monitoring menyatakan puas dengan keterangan yang dia diberikan. Tim pun telah menyaksikan sendiri bagaimana pemanfaatan peralatan bantuan mereka.

Pada kesempatan berharga tersebut, produsen pilus jagung ini tak lupa menanyakan mesin perajang pisang yang akan diberikan dinas pada tahun ini. Kebahagiaan Nurenti bertambah setelah mengetahui bahwa mesin itu telah berada di dinas. "Tinggal menunggu waktu diserahkan kepada kelompok UP3HP," ujar Nurenti kepada Videsain.com menirukan ucapan anggota tim monitoring. (*)

Kamis, 24 November 2011

Nadya Saiyo Solok, Kandidat IKM Berprestasi

Tak terkira kebahagiaan yang dirasakan oleh Barnel Kasyanti SP. Wanita yang akrab dipanggil Tuti ini bahkan telah menggantungkan asa menjadi Juara I IKM (industri kecil menengah) Berprestasi tingkat nasional.

Asa yang dipupuk oleh pimpinan Nadya Saiyo dari Kabupaten Solok ini tidak berlebihan kiranya. Sejak diminta oleh Dinas Koperindag Kabupaten Solok sebagai salah satu kandidat IKM yang diikutkan dalam lomba yang digelar Kementrian Pengembangan Daerah Tertinggal tersebut, Tuti telah berupaya mempersiapkan sebaik mungkin. Penilaian telah berlangsung sejak September lalu.

Ternyata, Nadya Saiyo yang mengandalkan makanan olahan dari ubi ungu ini lolos ke limabelas besar. Dan pertengahan Oktober, tim verifikasi dari Kementrian PDT berkunjung ke 'dapur' Nadya Saiyo.

Kejutan buat pimpinan Kelompok UP3HP Patamuan Kito bertambah  setelah dia dinyatakan lolos sebagai lima besar. Para kandidat ini akan bertarung dalam ekspose di Kementrian PDT yang berlansung 28-30 November 2011.

Ketika ditanya resepnya bisa tampil sebagai lima besar, Tuti menyatakan tidak tahu persis kriteria IKM Berprestasi ini. Namun dari pertanyaan tim verifikasi, bisa disimpulkan bahwa yang dicari tim adalah dampak usaha bagi lingkungan sekitar.

Mungkin dari empat orang yang bekerja di Nadya Saiyo, mereka adalah anak putus sekolah dan ibu-ibu yang berusaha meningkatkan taraf hidup keluarga mereka. (*)

Serba-Serbi Kegiatan Diklat di Aceh

Desi Indrayeni, salah satu peserta pelatihan memberikan bocoran acara pelatihan yang diikutinya di balai diklat pertanian di Saree, Aceh Besar.

Menurut Ketua UP3HP Denay ini kepada videsain.com, hari Jumat (18 November 2011) sebelum pembukaan peserta diberikan materi proses fermentasi coklat. Peserta diajarkan cara melakukan fermentasi coklat dari mulai buah coklat yang baru diambil dari batang hingga produksi turunan coklat tersebut.
Kemudian keesokan paginya, mereka dibawa ke pabrik pengolahan coklat. Jarak pabrik ke balai diklat sekitar 2 jam perjalanan.

Puas melihat-lihat proses pembuatan coklat, mereka dibawa ke tempat pembibitan dan perkebunan coklat. Lokasi pembibitan dan kebun coklat ini sejarak satu jam perjalanan pula dari pabrik.

Di hari Minggu, selama seharian mereka dijejali materi GAP (Good Agriculture Product), GMP (Good Manufacturing Product), GHP (Good Handling Product) dan P3A. Ada juga materi tambahan mengenai kopi. Peserta dikenalkan seluk beluk kopi barik robusta maupun arabica.

Senin, 21 November, Dess yang juga sekretaris Gapoktan Antokan Sakato dari Kabupaten Agam belajar cara pembuatan VCO (virgin coconut oil). Mereka dikenalkan pula jenis kelapa yang bagus dibuat VCO.

Pada sesi praktek pembuatan VCO Desi dan Nuraini (Ketua UP3HP Prince City) mendapat jatah mengolah VCO. "Coba yang dari Padang yang membuatnya, biasanya makan tangan orang Padang ini lain. Moga hasilnya lebih baik," ujar Desi menirukan ucapan instrukturnya.

Cuma, kata Desi, VCO yang diajarkan pada pelatihan itu memakai sistem 'pancing'. "Bukan pancing ikan," selorohnya.

Sistem pancing yang dimaksud Desi adalah penggunaan VCO murni dalam proses pembuatan VCO tersebut. Jadi, katanya, modal pembuatan VCO lebi besar. Apalagi VCO yang diperoleh ketika pelatihan relatif sedikit. Beda dengan VCO yang dibuat melalui proses fermentasi. Kebetulan Desi pernah diajarkan kenalannya untuk membuat VCO lewat fermentasi. Selain hasilnya lebih banyak, kita tidak perlu pakai VCO murni," ujar Desi lagi.

Selasa, peserta diklat mendapatkan pengajaran pembuatan nata de coco. Prosesnya sama dengan cara yang pernah diketahui Desi. Bahkan Desi mengaku pernah membuat nata de coco tersebut. Setelah hasilnya lumayan bagus, Desi urung menjadikan nata de coco sebagai salah satu produk usahanya. Dia kurang sreg dengan salah satu proses yang harus air kelapa hingga menjadi nata de coco.

Rabu, Desi mengenyam materi pembuatan latex. Mulai dari cara menakik hingga mengolah karet menjadi produk yang mutunya lebih baik. Kebetulan waktu praktek, mereka hanya memanfaatkan karet yang telah diambilkan panitia.

Lucunya, karet itu digoreng seperti membuat telur dadar. Karet dituang ke teflon dan dibuat setipis mungkin. Lalu karet itu digoreng dan selama penggorengan, teflon digoyang-goyang, persis seperti membuat telur dadar. Setelah menguning, karet itu lepas dengan sendirinya.

Kamis pagi ini (24 November), peserta akan menentukan kadar air dari karet yang telah mereka olah kemarin. (*)

Selasa, 22 November 2011

Serba-serbi Pekan Flora Flori

Pembukaan Molor
Pekan Flora-flori Nasional tahun 2011 ini molor dari rencana semula, pukul 15.30. Pembukaan yang diwarnai tari mahapuja dan kecak kolosal baru bisa dimulai pada pukul 20.00 WITA.
Penyebabnya adalah, Menteri Pertanian Suswono beserta Menteri Pariwisata dan Ekonommi Kreatif, Mari Elka Pangestu, harus menghadiri penutupan KTT Asean Summit di Nusa Dua. Jaraknya sekira 20 kilometer dari Matahari Terbit Sanur, tempat berlangsungnya iven florikultura tingkat nasional yang dilaksanakan bersamaan dengan Sanur Village Festival tersebut.

Nuansa Bali dan Holtikultura

Ketua Panitia PF2N dan SVF mengatakan bahwa tari kolosal yang kental bernuansa Bali dan holtikultura memang sengaja disiapkan secara maksimal. Tujuannya untuk membuat pembukaan yang jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Jajanan Kuliner ala Restoran dan Hotel
Pada PF2N tahun 2011 disajikan aneka jajanan kuliner berstandar hotel dan restoran. Namun khusus di iven ini, diberi harga khusus festival.

Parade Mobil Berhiaskan Beragam Tanaman Hias
Minggu sore, 20 November 2011, dilaksanakan parade kendaraan hias. Sebanyak 12 buah kendaraan dihias dengan berbagai tanaman hias. Parade Kendaraan hias ini diikuti iring-iringan sekitar 3000 peserta dengan pakaian khas daerah di Indonesia, musik tradisional dan marching band.
Yang menarik, di kendaraan hias berdiri  wisatawan asing yang menggunakan pakaian khas Bali. Mereka terlihat antusias mengikuti parade mobil hias ini.

Kaus Bermotif Pop Art Laku keras
Pengunjung PF2N dan SVF cukup meminati kaus bergaya pop art portrait yang dijual stand Wedha's Pop Art Portrait. Sekitar 20 potong kaos terjual setiap hari.
Tak peduli tua ataupun muda, menyukai kaos bermotif musisi dan tokoh terkenal. Kaos tersebut dibanderol Rp50.000 hingga Rp100.000.

Ada Patung dari Tanaman Hias
Untuk mempercantik areal PF2N dan SVF, panitia membuat tiga patung berbentuk barong. Patung berukuran raksasa tersebut dibuat dari kreasi beberapa jenis tanaman hias.
Menurut Ketua panitia, Ida Bagus Gede Sidharta, tiap patung menghabiskan sekitar 500 pot tanaman hias. Dua Patung ditempatkan di dekat tenda pameran holtikultura dan satunya lagi di dekat media centre.

Kontes Anjing ikut mewarnai PF2N dan SVF
Sebanyak 320 ekor anjing meramaikan kontes anjing yang diselenggarakan dalam rangkaian acara PF2N dan SVF. Kontes ini dibuka Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra.
Peserta kontes didominasi anjing kintamani. Seperti tahu ditontoni banyak orang, anjing tersebut tampil dengan tingkah menggemaskan.

Perketat Impor Komoditas Holtikultura
Usai pembukaan PF2N dan SVF, Menteri Pertanian Suswono mengatakan masih perlunya perlindungan terhadap produksi buah lokal. Pengawasan ketat akan diberlakukan untuk mendapatkan buah berkualitas.
Sementara itu, dari dalam negeri sendiri, kualitas produksi ditingkatkan melalui teknologi benih dan penemuan varietas unggul. Dan beberapa varietas baru yang bisa disosialisasikan kepada petani dipamerkan dalam PF2N.
Pemerintah juga akan membidik daerah yang bisa dijadikan sentra pengambangan tanaman holtikultura. (*)

Sabtu, 19 November 2011

Flora-flori 2011, Ajang Memasyarakatkan Produk Holtikultura Nasional

Hari ini (19/11) Festival Flora-flori tingkat nasional resmi dibuka. Ajang pameran holtikultura berskala nasional tersebut dilaksanakan di Matahari Terbit, Sanur dan akan berlangsung hingga 22 November.

Lebih dari 25 provinsi diperkirakan hadir. Pada acara bertema 'Green Living with Tropical Horticultural Growing  Business' itu, mereka akan mengisi pavilion daerah yang telah disediakan.

Festival Flora-flori dimaksudkan untuk untuk mempromosikan hasil pembangunan dan produk hortikultura, pemberian informasi peluang investasi di bidang hortikultura dan penjajakan kerjasama bisnis antar pelaku usaha. Selain itu, adanya ajang ini diharapkan dapat memasyarakatkan produk hortikultura nasional, seperti tanaman hias, buah-buahan nusantara, sayuran dan tanaman bioformaka.

Provinsi Sumbar juga telah bersiap jauh-jauh hari untuk acara ini. Ir Djoni, Kepala Dinas Dinas Pertanian Tanaman PanganProvinsi Sumbar telah mewanti-wanti anggotanya yang dikirim ke pameran holtikultura tersebut agar mempersialkan segala sesuatunya dengan baik.

Produk dan data-data pendukung kemajuan di bidang holtikultura dipersiapkan sedemikian rupa. Bahkan buku profil kelompok UP3HP tahun 2011 harus disegerakan penerbitannya. Di buku itu dibeberkan profil singkat kelompok pengolah hasil pertanian, produk dan kapasitas produksi.

Djoni berharap informasi yang ada di buku kecil tersebut bisa bermanfaat bagi pengembangan usaha-usaha yang mengolah hasil pertanian pada berbagai daerah di Sumatera Barat. Karena Djoni yakin, sebagaimana tahun sebelumnya, Pekan Flora Flori Nasional (PF2N) merupakan wahana bertemunya para produsen dan petani, pelaku bisnis, para peneliti, para pakar dan pencinta tanaman hortikultura.

Yang menarik adalah, waktu pelaksanaan festival, yaitu disinergikan dengan pelaksaan Denpasar Festival dan Sanur Village Festival ke-6. Dan ketiganya dilaksanakan pula dalam satu lokasi. Karena berbarengan, maka diambillah Flower Fiesta sebagai tema khusus festival Sanur tahun ini. Tentu akan banyak pengunjung yang tumpah ruah ke sana.

Apalagi acara ini benar-benar di setting sebagai pembuktian dukungan berbagai pihak yang telah menyatakan kebulatan tekad saat coffee morning yang membahas program festival flora flori, di ruang praja utama kantor Walikota Denpasar, Selasa (13/9). Dalam coffe morning itu, para pelaku usaha yang tergabung dalam Denpasar corporate social responsibility menyatakan akan berpartisipasi aktif dalam festival flora-flori. (*)

Jumat, 18 November 2011

Desi: Saya Bersyukur Bisa Ikut

Dengan gembira Desi Indrayeni, Ketua Kelompok UP3HP Denay (Agam) memberitahukan videsain.com tentang pelatihan yang diikutinya. "Saya sangat bersyukur bisa mengikuti pelatihan ini. Setelah dapat 'kuliah' di kelas, kita pun bisa mempraktekkan materi pelatihan yang diberikan," ujarnya dengan naga bahagia.

Kegembiraan Desi cukup beralasan. Di hari pertama saja dia sudah mendapatkan materi proses fermentasi coklat. Bisa jadi Denay nantinya akan menghasilkan Manisan Terong rasa coklat. Namun coklatnya mungkin diolah sendiri. "Kita diberitahu proses fermentasi tersebut dari awal, dari coklat yang dipetik dari batangnya," kata Desi lagi.

Pada hari selanjutnya akan dipelajari pula cara pembuatan VCO dan nata de coco. Mudah-mudahan dengan adanya pelatihan di Balai Diklat Pertanian Aceh ini Kelompok UP3HP yang diutus daerahnya, Agam, Solok, Pesisir Selatan dan Pasaman Barat bisa menghasilkan produk yang lebih bervariasi. (*)

Denay dan Prince City Dapat Ilmu Fermentasi Coklat

Dua kelompok UP3HP dari Kabupaten Agam yang berkesempatan mengikuti Pelatihan Mendukung Nilai Tambah GAP, GMP, GHP, P3A di Balai Diklat Pertanian Prov. Aceh, 18-24 November 2011.

Tadi pagi (18 November 2011), sekira jam 09.00 WIB, keduanya telah mendapatkan materi proses fermentasi coklat. "Dan sore ini, pelatihan dibuka secara resmi," kata Desi Indrayeni, Ketua Kelompok UP3HP Denay tanpa merinci lebih lanjut tentang pelatihan tersebut. (*)

Kamis, 17 November 2011

Buku Profil UP3HP

Akhirnya, kerja keras kami untuk mewujudkan Buku Profil UP3HP tahun 2011 terbayar sudah. Sejumlah prototype buku tersebut telah kami terima, 17 November 2011. Kelelahan dalam meng-update data buku tersebut, seakan sirna begitu melihat hasil karya kami. 

Meski harus diselesaikan dalam waktu yang cukup mepet, ternyata hasilnya 'wow', bisa membuat kami tersenyum senang dan kami 'tidak mengecewakan' Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumbar yang telah menggandeng kami untuk pembuatan buku tersebut. Terutama Ir Djoni, kepala dinas tersebut yang terkenal 'saklek' dalam urusan pekerjaan yang telah diamanahkannya.

Sewaktu mengerjakan buku itu, kami benar-benar berada dalam 'tekanan'. Dari segi waktu dan dari segi banyaknya data yang harus di-cross check lagi. Lagi pula buku profil akan dibawa ke acara Flora-flori di Bali yang dimulai 19 November. Sebab kami menemukan banyak diantara nomor kontak kontak person kelompok UP3HP yang tidak aktif lagi. 

Perburuan data yang intensif dimulai di arena pameran Hari Pangan Sedunia ke-31 tingkat Sumatra Barat, 31 Oktober-1 November lalu. Bersama Ir. Iriana Dewi Yeni, Vi Desain 'memelototi' produk-produk kelompok UP3HP yang kemungkinan dibawa oleh pemerintah daerah mereka ke arena pameran tersebut.

Kami pun mendapat dukungan penuh dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumbar. Meski super sibuk, Ir. Masniati masih berusaha memasok data yang mungkin akan digunakan. Bahkan Ani, panggilan akrabnya, mengupayakan nomor-nomor kontak yang bisa kami hubungi agar bisa mengupdate data UP3HP tersebut. 

Pentingnya data terbaru ini amat ditekankan oleh Tim Penyusun Buku yang diketuai Iriana Dewi Yeni. Tim ingin menampilkan data terkini (terhitung sampai buku naik cetak-red) dari masing-masing UP3HP, karena tim yakin data tiap UP3HP bersifat masif dan terus berkembang.

Jajaran dinas pertanian di kabupaten kota pun 'lintang pukang' mencarikan data tersebut. Sebab beberapa UP3HP di daerah mereka nomor kontaknya tidak dapat dihubungi atau tidak aktif lagi. Ada M. Taher dan stafnya Neni Nurlina dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan Pasaman Barat, Ada Eka Novia dari P2HP, ada Afnidawati dari UP3HP Pauh Duo, Ema Lailatul Fitri dan Yoserizal dari BPP Nanggalo. 

Mereka mungkin bertambah kesibukannya gara-gara kami telp atau sms demi cross check data dan nomor kontak UP3HP. Apalagi jika UP3HP tersebut tidak ada nomor kontak, berubah nomor kontak, atau berubah keorganisasiannya.

Kantor ketahanan pangan di kabupaten kota pun turut membantu. Bahkan Nini Pertiti, Kasi Pendistribusian dan Produksi Kantor Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh sempat jatuh sakit gara-gara hujan-hujanan beberapa hari sewaktu harus mencarikan data yang kami perlukan. (*)

Rabu, 16 November 2011

Pasbar Bawa Produk UP3HP ke Siwijaya Expo

SEA Games ke-26 tidak hanya dimeriahkan oleh para atlet yang bertanding dan penonton yang memadati berbagai stadion, dimana pertandingan diselenggarakan. Ajang olahraga kawasan Asia Tenggara yang berlangsung 11-22 November 2011, juga menjadi ajang promosi berbagai produk UKM di Indonesia.

Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat dibawah komando Ir. Joniwar, M.Si pun turut memanfaatkan expo yang diselenggarakan panitia untuk mempromosikan Pasaman Barat dan produk kelompok UP3HP binaannya. Pada expo bertajuk 'Sriwijaya Expo' produk sejumlah kelompok UP3HP yang ada di Pasaman Barat diboyong ke Palembang.

Produk-produk UP3HP yang mewakili diambilkan dari kelompok UP3HP SKA, Elok Basamo, dan Saiyo SKM. "Ketiga produk tersebut dipilih karena produksinya rutin, kapasitas produksi relatif tinggi, organisasinya berjalan dengan baik, punya kemasan yang bagus dan termasuk UP3HP yang potensial," kata Neni Nurlina, salah seorang staf pada dinas tersebut yang ikut promo ke negeri wongkito itu. (*)

Kota Payakumbuh pun Memilih UP3HP Berprestasi

Sekaitan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia ke-31 tingkat Sumbar pada 31 Oktober-1 November 2011, Kantor Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh juga memberikan penilaian kepada UP3HP berprestasi di kota Batiah. Kriteria penilaian meliputi kebersihan, komoditas yang dihasilkan, kemasan, keorganisasian dan bahan baku yang digunakan.

Ajang pemilihan UP3HP berprestasi tingkat Kota Payakumbuh bertujuan untuk selain untuk mendukung program Pemprov Sumbar, Pemko juga ingin memotivasi kelompok pelaku usaha kecil dan menengah di kota itu untuk lebih mengembangkan usaha dan produk olahan mereka. Sehingga tercapailah pangan beragam, bergizi, seimbang dan aman berbasis pangan lokal.

Setelah melalui pemilihan yang ketat, Kepala Kantor Ketahanan Pangan Payakumbuh Ir Devi Sastra dan jajarannya akhirnya memilih UP3HP Solok Mato Aia sebagai juara I. Sementara UP3HP Mekar dan UP3HP Usaha Mandiri menempati urutan kedua dan ketiga.


Menurut Nini Pertiti, Kasi Pendistribusian dan Produksi Kantor Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh, para juara diberi piala, piagam penghargaan dan hadiah uang. Kepada juara pertama diberikan hadiah uang sebesar Rp500.000. Juara II memperoleh Rp350.000 dan juara III mendapatkan Rp250.000. Khusus hadiah uang, kepada para pemenang dikenakan pajak. (*)

KWT Prince City dan Denay Pelatihan ke Aceh

Dua kelompok UP3HP di Kabupaten Agam diutus untuk mengikuti pelatihan ke Balai Diklat Pertanian di Sare Kab. Aceh Besar, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Kedua UP3HP itu adalah KWT Prince City dan Denay. Pelatihan yang berlangsung 18-24 November 2011 bertujuan untuk mendukung nilai tambah GAP, GMP, GHP dan P3A.


Ketua KWT Prince City, Nuraini, terlihat amat gembira ketika Videsain.com mengkonfirmasikan hal ini kepadanya. "Utusan yang akan mengikuti pelatihan ini harus melewati pemilihan yang ketat. Dan saya bahagia bisa terpilih sebagai salah satu peserta," ujarnya.

Nuraini tahu benar bahwa dari tiap pelatihan yang dia ikuti, pasti ada hal-hal baru yang akan menambah wawasannya. Selain itu keikutsertaan dia dalam pelatihan itu bisa menjadi ajang promosi bagi KWT Prince City. Karena dalam pelatihan itu dia bisa mengenalkan Prince City dan produknya kepada peserta lain.

Dia juga bisa tahu produk peserta lain. Yang tak kalah pentingnya adalah bisa berbagi pengalaman dengan pelaku usaha di daerah lain. "Siapa tahu bisa menambah kawan dan jaringan di daerah lain," katanya dengan nada gembira.

Desi Indrayeni SE mengaku terkejut ketika Dinas Pertanian Agam memberitahukan ada tugas belajar baginya. Dia tidak menyangka akan diikutkan pelatihan ke Aceh pula.

Ketua UP3HP Denay yang terkenal berkat Manisan Terong-nya ini tentu saja bersyukur mendapat kesempatan berharga tersebut. "Kita bisa mendapatkan wawasan. Kita pun bisa berkenalan dengan kawan baru dan dengan mereka bertukar informasi dan membandingkan produk kita dengan produk teman-teman dari daerah lain," katanya sambilmenyebutkan bahwa mereka berangkat sore 16 Oktober 2011. (*)

Share

Twitter Facebook More