Hari ini (19/11) Festival Flora-flori tingkat nasional resmi dibuka. Ajang pameran holtikultura berskala nasional tersebut dilaksanakan di Matahari Terbit, Sanur dan akan berlangsung hingga 22 November.
Lebih dari 25 provinsi diperkirakan hadir. Pada acara bertema '
Green Living with Tropical Horticultural Growing Business' itu, mereka akan mengisi pavilion daerah yang telah disediakan.
Festival Flora-flori dimaksudkan untuk untuk mempromosikan hasil pembangunan dan produk hortikultura, pemberian informasi peluang investasi di bidang hortikultura dan penjajakan kerjasama bisnis antar pelaku usaha. Selain itu, adanya ajang ini diharapkan dapat memasyarakatkan produk hortikultura nasional, seperti tanaman hias, buah-buahan nusantara, sayuran dan tanaman bioformaka.
Provinsi Sumbar juga telah bersiap jauh-jauh hari untuk acara ini. Ir Djoni, Kepala Dinas Dinas Pertanian Tanaman PanganProvinsi Sumbar telah mewanti-wanti anggotanya yang dikirim ke pameran holtikultura tersebut agar mempersialkan segala sesuatunya dengan baik.
Produk dan data-data pendukung kemajuan di bidang holtikultura dipersiapkan sedemikian rupa. Bahkan buku profil kelompok UP3HP tahun 2011 harus disegerakan penerbitannya. Di buku itu dibeberkan profil singkat kelompok pengolah hasil pertanian, produk dan kapasitas produksi.
Djoni berharap informasi yang ada di buku kecil tersebut bisa bermanfaat bagi pengembangan usaha-usaha yang mengolah hasil pertanian pada berbagai daerah di Sumatera Barat. Karena Djoni yakin, sebagaimana tahun sebelumnya, Pekan Flora Flori Nasional (PF2N) merupakan wahana bertemunya para produsen dan petani, pelaku bisnis, para peneliti, para pakar dan pencinta tanaman hortikultura.
Yang menarik adalah, waktu pelaksanaan festival, yaitu disinergikan dengan pelaksaan Denpasar Festival dan Sanur Village Festival ke-6. Dan ketiganya dilaksanakan pula dalam satu lokasi. Karena berbarengan, maka diambillah Flower Fiesta sebagai tema khusus festival Sanur tahun ini. Tentu akan banyak pengunjung yang tumpah ruah ke sana.
Apalagi acara ini benar-benar di setting sebagai pembuktian dukungan berbagai pihak yang telah menyatakan kebulatan tekad saat
coffee morning yang membahas program festival flora flori, di ruang praja utama kantor Walikota Denpasar, Selasa (13/9). Dalam
coffe morning itu, para pelaku usaha yang tergabung dalam
Denpasar corporate social responsibility menyatakan akan berpartisipasi aktif dalam festival flora-flori. (*)