Pengguntingan Pita

Wakil Ketua PKK Sumbar, Ny. Ida Muslim Kasim menggunting pita tanda dimulainya lomba cipta menu beragam, bergizi, seimbang dan aman dalam rangka Hari Pangan Sedunia ke-31 Tingkat Provinsi Sumbar, di Padang, 31 Oktober2011.

Penyerahan Piala

Ny. Ida Muslim Kasim menyerahkan Piala Juara I Lomba Cipta Menu beragam. bergizi, seimbang dan aman kepada Ny. Linda Irzal Ilyas, Ketua PKK Kota Solok.

Buku Profil UP3HP 2011

Cover dan contoh tampilan isi buku Profil UP3HP 2011.

Festival Rendang 2011

Rendang sedang dimasak di atas tungku. Rendang ini dimasak dalam rangka Festival Rendang 2011 di Taman Budaya Padang, 24 November 2011.

Tim dari Kota Padang

Penampilan tim dari Kota Padang cukup menyedot perhatian pengunjung Festival Rendang 2011 di Taman Budaya Padang, 24 November 2011.

Mambutia Lado

Seorang ibu sedang mambutia lado/cabe, salah satu tahan rendang yang akan dimasak dalam rangka Festival Rendang 2011 di Taman Budaya Padang, 24 November 2011.

Festival Rendang 2011

Tim dari Kota Bukittinggi.

Belajar Membuat Kemasan

Pengusaha kecil dan menengah Kota Padang Panjang sedang belajar membuat kemasan untuk produknya pada pelatihan peningkatan kemasan produk Kota Padang Panjang 29 November-03 Desember 2011.

Ciri peradaban modern terlihat dari makin besarnya arus informasi, baik secara audio visual maupun melalui media cetak. Pertimbangan konseptual merupakan suatu keharusan dalam menginformasikan gagasan yang diolah menjadi suatu produk yang efektif dan menguntungkan.


Dharma Surya, pimpinan Vi Desain, tengah memberikan materi pelatihan peningkatan kemasan yang diadakan Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Padang Panjang, 29 November-3 Desember 2011.

Sabtu, 17 Desember 2011

IKM di Antara Dua Kementerian


Ada kekhawatiran akan terjadi rebutan antara Kementerian Perindustrian dan Kementerian Koperasi. Kedua kementerian ini seakan berebut membina industri kecil dan menengah.
Kementrian Perindustrian mengklaim serius meningkatkan IKM berbasis teknologi moderen. Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian Euis Saedah mengatakan, berencana merevitalisasi sektor IKM dan meningkatkan peran sektor itu dalam menunjang perekonomian nasional.
 "Kami berupaya meningkatkan peran IKM dalam menyeimbangkan nilai tambah dengan industri besar. Selain itu, kami juga ingin mewujudkan IKM yang berdaya saing global," ujar Euis di Jakarta, kemarin.

Ia menuturkan, sektor IKM akan didorong agar terus tumbuh. Pihaknya ingin menggenjot pertumbuhan di luar Jawa, sebab, perbandingan IKM di Jawa dan luar Jawa sebesar 6040. Pemerataan pertumbuhan IKM ini diikuti dengan pengembangan klaster IKM dan program one village one product (OVOP). Selain itu, pemerintah juga berencana melakukan restrukturisasi mesin peralatan IKM.


Sementara, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Agus Muharram mengatakan saat ini UKM di Indonesia jumlahnya sangat besar. Karena itu, butuh penanganan dari banyak pihak.
"Ada sekitar 53.838 juta unit UKM yang 98.8 persennya merupakan usaha mikro. Hal itu tentunya butuh perhatian banyak pihak, bukan hanya Kementerian Koperasi dan UKM saja. Kementerian lain juga perlu berperan," ujarnya.

Untuk diketahui, sekarang ini Kemenperin tengah melakukan pengembangan kewirausahaan IKM. Program yang menghasilkan 1.323 peserta tersebut telah membina sebanyak 432 wirausaha baru (WUB) dari sektor pertanian, hasil laut dan perikanan. Adapun WUB yang berhasil dibina dan sektor sandang sebanyak 630. Untuk menunjang tumbuhnya WUB. Kemenperin membantu dalam investasi permesinan.

(Disarikan dari Harian Rakyat Merdeka)

Rabu, 30 November 2011

Ubi Ungu Hantarkan Nadya Saiyo Solok Raih Juara III UKM Award

Pergantian hari baru saja terjadi. Sebuah sms masuk ke tim videsain.com. Isinya sebuah kabar gembira.
Dalam smsnya itu, Barnel Kasyanti -pimpinan Nadya Saiyo Solok, memberitahukan bahwa olahan ubi ungu mengantarkan Nadya Saiyo meraih Juara III UMKM Award tingkat nasional.

Nadya Saiyo meraih prestasi tersebut untuk kategori pertanian tahun 2011. Hadiah diserahkan tadi malam (29 November 2011) di Merlyn Park Hotel, Jakarta Pusat.

Tuti juga menginformasikan bahwa juara II diraih oleh utusan dari Lampung utara. Mereka mengolah kopi bubuk. Sementara untuk juara I diperoleh oleh Pangkajene yang mengolah bandeng massipa.

Semoga prestasi ini semakin menambah deretan prestasi yang dicapai oleh Nadya Saiyo dan UP3HP Patamuan Kito dari Kabupaten Solok dan memotivasi UKM/UP3HP lainnya di daerah ini memperoleh prestasi yang sama. Selamat buk Tuti! (*)

Selasa, 29 November 2011

Gunaryo: UKM Tahan Terhadap Krisis Global

Usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) atau usaha kecil menengah (UKM) menjadi salah satu penggerak penting perekonomian nasional. Hal itu dinyatakan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Gunaryo dalam acara Bedah Warung, Senin (28 November 2011).

“UKM sebagai salah satu penggerak perekenomian nasional memiliki peran penting di Indonesia, selain dikenal sebagai sektor yang tahan terhadap krisis,” ungkap Gunaryo kepada wartawan dalam acara yang merupakan hasil kerjasama Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dengan Kementerian Perdagangan, di Jakarta.

Ditegaskan Gunaryo bahwa UKM menjadi sektor yang diyakini tahan terhadap krisis utang Eropa yang mulai melanda sebagian negara di belahan dunia. Namun di sisi lain, kata dia, UKM juga menghadapi permasalahan yang cukup mendasar. Di antaranya terkait kemampuan manajemen usaha, kualitas sumber daya manusia (SDM) yang memang terbatas. Juga keterbatasan skala dan teknik produksi dan teknologi yang masih rendah.

Selain itu, ditegaskan Gunaryo, keterbatasan akses kepada permodalan dan terutama adalah kurangnya akses perbankan juga menjadi permasalahan yang kini masih dihadapi UKM.

Karenanya, berbagai upaya program strategis dilakukan oleh pemerintah, BUMN, maupun para stakeholder dalam meminimalisir permasalahan tersebut, baik melalui program pelatihan, sosialisasi, pendampingan, fasilitas modal, bantuan promosi, baik itu melalui pameran sehingga kemitraan usaha secara terus menerus bisa dilakukan. (*/int)

(Sumber >>>http://www.tribunnews.com/2011/11/28/kemendag-ukm-adalah-sektor-yang-tahan-krisis-global)

IFC Salurkan Bantuan untuk UKM

Bank Dunia, melalui lembaga afiliasinya, International Finance Corporation (IFC), menyalurkan dana bantuan untuk usaha kecil dan menengah di Indonesia. Bantuan IFC itu bernilai US$ 270 juta. Bantuan sebanyak itu telah diserahkan dalam lima tahun terakhir.

Artinya sejak 2006 lalu, IFC telah menyalurkannya. Saat itu bantuan diserahkan melalui Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) sebesar US$ 70 juta. Dana tersebut digunakan untuk program penyediaan layanan keuangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Kami menyalurkannya melalui beberapa bank," kata Wakil Presiden IFC Asia Pasifik, Karin Finkelston kepada wartawan dalam acara Citi-FT Financial Education Summit 2011 di Jakarta, Senin, 28 November 2011.

IFC juga menggandeng Bank Internasional Indonesia (BII) untuk pengembangan UMKM. Tahun 2006 juga, dana yang disalurkan melalui BII sebesar US$ 125 juta. Tahun ini, IFC kembali menyalurkan dana US$ 75 juta untuk pendampingan produk jasa layanan kerja bagi pengusaha wanita.

"Fokus bantuan layanan jasa keuangan kami adalah untuk UMKM, petani, wanita dan tujuan efisiensi energi," kata dia.

Pada tahun fiskal Juli 2011 - Juni 2012, IFC menyiapkan dana US$ 500 juta untuk program bantuan. Sekitar 50 persen dana tersebut akan digunakan untuk bantuan di sektor jasa keuangan. (*/int)

(sumber: http://www.tempo.co/read/news/2011/11/28/087368846/IFC-Danai-UKM-US-270-Juta)

Sabtu, 26 November 2011

Ada UP3HP yang Tidak Mampu Memanfaatkan Bantuan

Umumnya kelompok UP3HP merindukan datangnya bantuan dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumbar. Mereka berusaha meyakinkan dinas untuk mau memberikan bantuan dengan berbagai cara. Proposal pun dibuat sedemikian rupa agar dinas bisa diyakinkan untuk menggelontorkan  bantuan.

Namun, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumbar harus menemukan kenyataan bahwa ada kelompok UP3HP yang tidak memanfaatkan bantuan yang diberikan kepada mereka. Kenyataan ini mereka temui ketika menurunkan tim monitoring, Jumat 25 November 2011. Pada hari itu, tim beranggotakan Ir. Iriana Dewi Yeni, Ramailis SP, MP, Ir. Gusairin Said dan Ir Kasma Iswari mengunjungi SKA, Elok Basamo, Jaso Bundo dan Saiyo SKM.

Dari kunjungan yang dilakukan tim monitoring didapatkan hasil pada umumnya peralatan masih baik dan dimanfaatkan oleh kelompok UP3HP. Hanya ada satu UP3HP yang tidak memanfaatkan peralatan bantuan dengan baik. Bahkan saat tim datang ke lokasi, mesin itu dibiarkan menganggur.


"Hal ini sangat kita sayangkan. Karena peralatan tersebut berharga puluhan juta rupiah," ujar Yen. Namun Iriana Dewi Yeni tidak mau mengungkapkan UP3HP yang menyia-nyiakan bantuan tersebut.

Menurut Yen, kelompok tersebut beralasan sejak mesin datang, karena mereka terdiri dari kaum ibu dari desa, jadi kurang paham cara pengoperasian mesin tersebut. Akibatnya mesin rusak dan dibiarkan tak terpakai.

Oleh karena itu, menurut Yen, orang-orang dari Baristan akan ke UP3HP dimaksud pada Rabu (30 November) nanti. Mereka akan memeriksa berusaha untuk bisa mengoperasikan mesin itu kembali. (*)

Share

Twitter Facebook More